Aku pernah memusuhi ke-ISLAM-anku

September 3, 2007

Semenjak kecil aku sudah diajari memusuhi ISLAM dengan cara yang sangat manis dan halus, dengan cara apakah? Simpel, dengan cara menilai kelakuan atau sifat dari orang-orang islam yang sebenarnya mereka tidak menjalankan syariat islam dengan baik. (cenderung munafik, yaitu mengaku ISLAM tapi tidak mau menjalankan perintah dan larangan ISLAM atau menjalankan sedikit perintah dan tetap melakukan sebagian larangan or tidak kaffah). Dan amat disayangkan ajakan ini juga dicetuskan oleh orang ISLAM sendiri yang tentu saja tidak menjalankan syariat ISLAM, (semoga mereka mendapatkan ampunan dan petunjuk dari ALLAHU AKBAR pencipta langit dan bumi).

Aku juga diajari untuk menilai bahwa pusat layanan kesehatan islam memilik layanan yg sangat diskriminatif cenderung hanya melayani orang-orang mampu dan berduit, aku juga diajari menilai bahwa pendidikan islam hanya diikuti oleh orang-orang bodoh dan miskin.  Aku juga diajari menilai bahwa banyak orang islam bergelar haji yang tetep aja korup, menipu, dan segala perbuatan orang-orang munafik lainnya. Sungguh ajaran-ajaran itu sanggup membelenggu otakku sampai bertahun-tahun.

Karena hal itulah akhirnya aku dengan senang hati mengenyam pendidikan non ISLAM sampai bertahun-tahun, bahkan waktu kecilku dulu, setiap hari Jum’at bukannya dikenalkan dengan masjid, aku malahan diajak dengan halus ‘dengan cara yang menyenangkan’, menghadiri ibadah keagamaan lain, bahkan sering menjadi pemimpin doanya, dll.

Selain itu makanankupun jauh dari kata HALAL, aku makan saren (darah sapi/ayam yang dikeringkan) yang bahkan menjadi menu utama makananku. Yah, karena aku masih ingat dengan jelas bagaimana saren selalu dihidangkan diwaktu aku makan, aku juga makan daging babi, yang bahkan penjualnyapun sampai harus kukejar demi mendapatkan onggokan daging haram itu.

Aku juga diajari untuk tidak melakukan ibadah wajib sholat, kegiatan sederhana sarat hikmah, yang sering ditinggalkan. Bahkan aku juga diajari untuk melecehkan sholat baik melalui perkataan atau perbuatan. Aku juga diajak untuk membatalkan puasa ketika dengan sedikit kesadaran aku belajar berpuasa di bulan ramadhan. Lalu pelan dan pasti aku mulai melakukan kegiatan-kegiatan maksiat lainnya.

Sampai klimaksnya selama bertahun-tahun tanpa disadari aku sudah menjadi orang munafik yang beranjak menjadi kafir, yah bagaimana aku bisa disebut ISLAM ketika perbuatanku jauh dari ajaran ISLAM? Ketika bahkan sholat sekalipun dalam satu hari nggak pernah dilakukan?

(Ampuni aku ya ALLAHU AKBAR Tuhan yang satu, yang tidak berayah dan beribu, dan yang tidak diperanakkan)

Kini saat aku sedikit bisa menguak dan mengoyak kekafiranku, kembali ajakan-ajakan itu berseru, baik dari kepalaku maupun dari kepala setan-setan berujud manusia lainnya.

Lalu? Apakah akan selalu seperti itu, akankah selalu ada orang ISLAM yang cenderung untuk menjatuhkan nilai dari agama mereka sendiri? AGAMA ISLAM tidak pernah salah, kalau ada yang salah tentulah orang-orang munafik itu.

Aku benci harus menyampaikan hal ini, tapi orang-orang itu selalu saja ada dan bermunculan, betullah anggapan sebagian orang, bahwa kadang setan itu muncul dalam wujud manusia. Dan mungkin salahsatunya ada disekitarmu atau kadang adalah diri kita sendiri.

Lindungi hatiku dan keimananku aku ya ALLAHU AKBAR  yang selalu menghadirkan rizki tanpa diminta.

*) baca definisi munafik dr Al Qur’an!

Iklan

8 Responses to “Aku pernah memusuhi ke-ISLAM-anku”

  1. aRuL Says:

    moga menjadi pembelajaran buat kita semua… 🙂

  2. k* tutur Says:

    Aku benci harus menyampaikan hal ini, tapi orang-orang itu selalu saja ada dan bermunculan, betullah anggapan sebagian orang, bahwa kadang setan itu muncul dalam wujud manusia. Dan mungkin salahsatunya ada disekitarmu atau kadang adalah diri kita sendiri.

    Sampaikanlah yang benar itu, walau pahit!


  3. […] Politik Islami, Hukum Islami, Budaya Islami…., Gaul Islami, dan apa saja + Islami. Ndak perlu itu! Karena ketika orang-orang Islam ada disitu, di kantor, di sawah, di sekolah, di pasar, di rumah, di […]


  4. aku terus terang akan selalu merasa selalu sedih jika mengingat hal ini teman, dan entah sampai kapan

  5. oRiDo Says:

    banyak hal..
    banyak hal yg membuat org islam yg akhirnya tidak islami..
    dari mulai hal yg kecil sampe yg besar..

    contohnya.. bikin KTP aja udh menjadi adat perlu ngasih “pelicin”..
    nah.. yg seperti2 itu lah yg sebenarnya salah, tetapi karena terlalu sering dilakukan dan banyak orang yg melakukan.. maka menjadi adat kebiasaan.. dan seakan2 salah kalo kita gak melakukannya..

    semoga kita semua termasuk dalam golongan yg selalu istiqomah dalam menegakkan nilai2 agama islam..
    amin..

  6. Catshade Says:

    Yang namanya permusuhan itu, baik ke ‘diri sendiri’ maupun ke orang lain, pastilah tidak disukai Allah. Maka marilah kita saling meminta maaf dan memberi maaf, lalu hidup rukun damai satu sama lain. Ah, indah deh dunia kalo bisa seperti itu 🙂

  7. ABe Says:

    same here..
    semoga tulisan ini memberi pencerahan bagiku..amieen

  8. yusthatitik Says:

    adakah orang baik yang mengajarkan kejahatan?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: